Praktikum VIII : Fiber Optik

     Haloo para pembaca, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Selamat datang di blog saya. Kali ini kita akan membahas tentang fiber optik dimana kita akan mempelajari bagaimana instalasi kabel fiber optik dan juga penyambungan kedua kabel fiber optik. Bagaimana caranya? simak dengan seksama yaa!

    Fiber optik sendiri adalah teknologi yang menggunakan serat optik untuk mengirimkan sinyal cahaya sebagai media transmisi. Serat optik terbuat dari bahan kaca atau plastik yang memiliki kemampuan untuk memantulkan dan mengarahkan sinyal cahaya dalam serat tersebut. Keunggulan utama fiber optik adalah kecepatan transmisi yang tinggi, kapasitas yang besar, serta kehandalan yang tinggi.

Hasil & Pembahasan Praktikum :

    Pada praktikum kali ini peserta praktikum mempelajari konsep dasar fiber optic dan pengenalan alat dan bahan yang diperlukan saat pemasangan fiber optic. Setelah itu peserta praktikum di beri pemahaman bagaimana konsep dasar pemasangan fiber optic dan Mengetahui prosedur penggunaan alat dan bahan yang diperlukan

Prosedur Praktikum :

Alat dan Bahan yang diperlukan :
  • Tang potong

  • Tang Fiber

  • Senter Laser

  • Splicer

  • Fiber Cleaver (alat potong kabel)

  • Optical Power Meter

  • Fiber Optic to Gigabit Ethernet Media Converter A dan B

  • Kabel Fiber Optik

  • Alkohol

  • Tisu

  • Fast Connector

  • Penguat Kabel

Langkah-langkah :
  1. Ambil tang fiber, lalu kupas layer pertama menggunakan tang fiber dengan panjang sekitar 5-10 cm. Lakukan dengan hati-hati agar serat kaca pada bagian dalam tidak pecah.

  2. Lalu bersihkan kabel pada layer kedua dari lapisan tipis yang menyelimuti serat kaca menggunakan tisu yang telah ditetesi alkohol. Lakukan proses pembersihan yang lebih hati-hati di bandingkan pada proses pengupasan, hal ini dikarenakan proses pembersihan ini akan langsung bersentuhan dengan serat kaca yang rentan patah.

  3. Potong kabel jika tidak sesuai panjang kabel dengan fast connector. Pemotongan dilakukan menggunakan fiber cleaver. Caranya tarik slider pisau pemotong pada fiber cleaver terlebih dahulu lalu letakkan kabel di dalamnya dan tutup. Lalu dorong pisau pemotong dan kabel siap untuk dipasangkan ke fast connector.

  4. Pasang kabel yang telah dipotong tadi ke fast connector. Caranya lepaskan penutup pada fast connector yang berwarna putih, lalu buka penjepitnya dan masukkan ujung serat optik ke dalam fast connector hingga benar-benar masuk kedalam bagian penutupnya. Sebelum itu pastikan serat optik terletak pada posisi yang benar dan tidak ada serat yang patah dan terjepit.

  5. Lakukan pengujian dan verifikasi menggunakan senter laser untuk memeriksa kebocoran maupun kerusakan pada serat optik. Periksa dengan teliti dan pastikan tidak ada cahaya yang bocor ataupun mendapat gangguan lainnya. Instalasi kabel yang baik dan benar akan menghantarkan cahaya leser ke sisi kabel lainnya dengan baik(cahaya tetap terang).

  6. Lakukan juga pengujian kualitas sinyal menggunakan Optical Power Meter. Alat ini akan menampilkan detail kondisi kabel dengan menampilkan angka redamannya. Caranya dengan memasangkan ujung kabel dengan senter leser dan memasangkan ujung lainnya ke Optical Power Meter. Kabel yang baik(stabil) mempunyai redaman pada -10 dan yang paling buruk pada -40. Lakukan langkah-langkah dari 1-7 untuk instalasi pada ujung kabel lainnya.

  7. Selanjutnya untuk melalukan penyambungan 2 kabel FO dapat menggunakan alat Splicer. Pertama buka penutup Splicer dan atur pengaturan sesuai petunjuk prodosen dan pastikan alat berada di tempat yang stabil dan rata agar tidak bergerak-gerak.

  8. Masukkan penguat kabel kesalah satu kabel kemudian Masukkan kedua ujung kabel yang ingin di sambungkan kedalam Splicer, lakukan dengan hati-hati. Pastikan srat optik terletak pada posisi yang telah ditentukan dan tidak ada serat yang patah atau terjepit.

  9. Tekan tombol start pada Splicer untuk memulai proses splicing kedua ujung kabel. Pada layar akan bisa dilihat kondisi kabel apakah pemotongannya rata dan bersih (gambar 1) atau pemotongannya tidak rata dan juga kotor (gambar 2). Jika tidak rata dan kotor maka spilicing akan berhenti dan lakukan kembali pembersihan dan rapikan potongan kabel yang bermasalah. Jika semua kabel sudah bersih dan rata (gambar 3), tekan tombol start kembali dan tunggu sampai proses selesai.



  10. Setelah selesai angkat kabel yang telah displicing dengan perlahan. Lalu letakkan penguat kabel yang telah dimasukkan sebelumnya ke tengah kabel yang telah di splicing. Lalu buka penutup pemanas pada splicer yang terletak di bagian belakang dan masukkan kabel dengan penguat kabel lalu tutup pemanas. Aktifkan pemanas kabel dan tunggu sampai proses selesai. Setelah selesai diamkan beberapa saat dan pastikan tidak langsung menyentuh kabel setelah proses selesai.


Diagnosa dan Troubleshooting Masalah : 

  1. Kabel FO mudah rusak karena terbuat dari serat kaca yang sangat rapuh. Jika terlalu di tekuk maka inti dari kabel akan retak.
  2. Jika tidak hati-hati pada saat mengupas kulit kabel menggunakan tang fiber akan merusak bahkan bisa terpotong.
  3. Jika kabel FO tidak bersih atau mengalami keretakan dan pemotongan ujung serat fiber tidak rata, maka proses splicing tidak dapat berjalan, oleh karena itu bersihkan dan lakakun pengupasan dengan benar dan hati-hati.

Kesimpulan Percobaan : 

    Kesimpulan praktikum kali ini adalah Fiber optic adalah jenis kabel yang bahannya terbuat dari kaca dan plastik. Fiber optic dapat digunakan sebagai media transmisi, karena dapat mengirimkan sinyal cahaya dari satu tempat ke tempat lain yang tinggi.

    Sekian penjelasan untuk kali ini, saya harap para pembaca bisa memahaminya dan bermanfaat untuk orang banyak. Jangan lupa untuk untuk memahami pembahasan kali ini, kalian harus membaca dan mengerti blog sebelumnya. Jadi jangan sampai kelewatan. Sampai jumpa di pembahasan selanjutnya.

Comments